REAKSI
SIKLOADISI
Dimana
dua molekul bergabung membentuk cincin. Dalam reaksi ini dua ikatan п diubah
menjadi dua ikatan σ. contoh yang paling terkenal dari reaksi sikloadisi adalah
reaksi Diels-Alder, ingat bahwa diena harus dalam bentuk s-cis (bukan s-trans)
untuk menjalani sikloadisi.
Suatu
reaksi sikloadisi adalah reaksi di mana dua molekul tak-jenuh mengalami reaksi
adisi untuk menghasilkan produk siklik. Contohnya
Sikloadisi
etilena atau dua alkena sederhana disebut sikloadisi [2+2], karena terlibat dua
elektron п + dua elektron п. Reaksi Diels-Alder merupakan contoh sikloadisi
[4+2], karena dienanya mengandung empat elektron п yang digunakan sedangkan
dienofil mengandung dua elektron п. (elektron п karbonil di contoh berikut tidak digunakan dalam
pembentukan ikatan dalam reaksi dan oleh karena itu tidak termasuk dalam
klasifikasi angka sikloadsi ini).
A.
Sikloadisi [2 + 2]
Reaksi
sikloadisi tipe [2+2] mudah terjadi dengan adanya cahaya dengan panjang
gelombang yang sesuai, tetapi tidak mudah terjadi bila campuran reaksi itu
dipanaskan. Karena dapat dijelaskan dengan teori orbital garis depan dengan
mengandaikan bahwa elektron-elektron mengalir dari HOMO satu molekul ke LUMO
molekul lain.
Pada
sikloadisi [2+2] etilena yang menghasilkan siklobutana. Etilen mempunyai dua
orbital π : π1 dan π2*. Dalam keadaan dasar π1 merupakan orbital bonding dan HOMO, sedangkan π2* adalah orbital antibonding dan LUMO.
Dalam suatu reaksi
sikloadisi, HOMO dari molekul pertama harus bertumpang tindih dengan LUMO dari
molekul kedua (HOMO dari molekul pertama tidak dapat bertumpang tindih dengan
HOMO molekul kedua karena orbital itu telah terhuni). Serempak dengan
menyatunya orbital п, orbital ini juga mengalami hibridisasi menghasilkan
ikatan-ikatan σ sp3 baru.
Bila etilena
dipanaskan elektron п-nya tidak dipromosikan,
tetapi tetap dalam keadaan dasar. Jika diperiksa fase-fase HOMO keadaan dasar
dari suatu molekul etilena dan LUMO dari molekul etilena yang lain dapat
terlihat siklisasi tidak terjadi oleh imbasan termal.
B.
Sikloadisi [ 4+2 ]
Reaksi
diels-alder merupakan sikloadisi [ 4+2 ] yang paling dikenal. Reaksi Diels-Alder memerlukan
panas bukan cahaya
ultraviolet. Kondisi eksperimen ini berbeda dengan sikloadisi [ 2+2 ]. Akan
dibandingkan antraksi HOMO-LUMO untuk keadaan dasar (untuk suatu reaksi
terimbas-termal) dan antraksi untuk keadaan aksitasi (untuk reaksi
terimbas-cahaya). Berdasarkan
pengamatan dalam eksperimen
akan dijumpai bahwa antraksi HOMO-LUMO dari terimbas-termal
bersifat terizinkan-simetri dan antraksi dari reaksi terimbas-cahaya bersifat
telarang-simetri.
Akan
digunakan sistem [ 4+2 ] sederhana:
sikloadisi 1,3-butadiena (diena-nya) dan etilena (dienofil-nya). Dalam reaksi
terimbas-termal, dapat dibayangkan bahwa elektron pi “mengalir” dari HOMO (π2)
dari diena ke LUMO (π2*) dari dienofil.
Reaksi ini bersifat
terizinkan-semitri.
Bila suatu diena
tereksitesi oleh cahaya, HOMO-nya akan menjadi orbital п 3*
dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari
dienofil. Karena itu siklisasi [4+2] terimbas-cahaya bersifat
telarang-semitri.
DAFTAR PUSTAKA :
Fessenden, R.
J And J. S. Fessenden. 1982. Organic Chemistry Second Edition : PWS Publisher.
Pertanyaan :
1.
Bagaimana reaksi yang terjadi jika
diena dalam bentuk s-trans ?
2.
Apakah memungkinkan terjadinya
sikloadisi lain selain bentuk [4+2] dan [2+2] ? Jelaskan !
3.
Menapa siklisasi [4+2] terimbas cahaya
bersifat terlarang-semitri ?
Halo partner lab,
BalasHapus1. Jika diena dalam bentuk s-trans maka reaksi masih dapat terjadi dengan bantuan pemanasan. Hal ini karena pada ikatan C-C akan terjadinya rotasi sehingga konformasi s-trans dapat diubah menjadi s-cis.
2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
terima kasih partner, bagaimana dengan contoh pada sikloadisi [6+2] ? bisa dijelaskan mungkin
Hapus2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
BalasHapus3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
BalasHapusHello fenn
BalasHapus3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
Baik nggi terima kasih sebelumnya selain itu saya juga membaca referensi bahwa Ketika suatu diena disinari cahaya, HOMO-nya akan menjadi orbital 3*. Orbital ini tidak dapat tumpang tindih dengan LUMO dari dienofil, sehingga tidak menyebabkan terjadinya reaksi.
HapusHalo tipen, jawaban untuk pertanyaan no 3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
BalasHapusSelain itu juga mungkin kak dari beberapa sumber mengatakan bahwa Ketika suatu diena disinari cahaya, HOMO-nya akan menjadi orbital 3*. Orbital ini tidak dapat tumpang tindih dengan LUMO dari dienofil, sehingga tidak menyebabkan terjadinya reaksi. 3* yang awalnya tidak berisi elektron menjadi berisi elektron, sehingga tidak dapat bertumpang tindih dengan orbital dienofil
Hapus1. Jika diena dalam bentuk s-trans maka reaksi masih dapat terjadi dengan bantuan pemanasan. Hal ini karena pada ikatan C-C akan terjadinya rotasi sehingga konformasi s-trans dapat diubah menjadi s-cis.
BalasHapus2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
Untuk no 3 Selain itu juga mungkin kak dari beberapa sumber mengatakan bahwa Ketika suatu diena disinari cahaya, HOMO-nya akan menjadi orbital 3*. Orbital ini tidak dapat tumpang tindih dengan LUMO dari dienofil, sehingga tidak menyebabkan terjadinya reaksi, yang saya baca dari sumber
HapusLalu untuk no. 2 bisakah anda sebutkan contoh sikloadisi pada [4+4]
2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
BalasHapusHaiii tipenss
BalasHapus2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
BalasHapusSelain itu juga mungkin kak dari beberapa sumber mengatakan bahwa Ketika suatu diena disinari cahaya, HOMO-nya akan menjadi orbital 3*. Orbital ini tidak dapat tumpang tindih dengan LUMO dari dienofil, sehingga tidak menyebabkan terjadinya reaksi. 3* yang awalnya tidak berisi elektron menjadi berisi elektron, sehingga tidak dapat bertumpang tindih dengan orbital dienofil
HapusHaiii tipenss
BalasHapus2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
Terima kasih afni, bagaimana dengan sikloadisi misalkan [4+1] apakah ada ? jika ada bisakah anda menjelaskan beserta contoh ?
HapusHalooo penn
BalasHapus2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
Makasih pen
BalasHapusJadi
1. Jika diena dalam bentuk s-trans maka reaksi masih dapat terjadi dengan bantuan pemanasan. Hal ini karena pada ikatan C-C akan terjadinya rotasi sehingga konformasi s-trans dapat diubah menjadi s-cis.
2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
1. Jika diena dalam bentuk s-trans maka reaksi masih dapat terjadi dengan bantuan pemanasan. Hal ini karena pada ikatan C-C akan terjadinya rotasi sehingga konformasi s-trans dapat diubah menjadi s-cis.
BalasHapus2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
Untuk pertanyaan nomor 2
BalasHapusSangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
Terima kasih dia sebelumnya, Bagaimana dengan sikloadisi dalam bentuk tunggal sperti [3+1], bisa anda jelaskan ?
Hapus3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
BalasHapusSelain itu juga mungkin kak dari beberapa sumber mengatakan bahwa Ketika suatu diena disinari cahaya, HOMO-nya akan menjadi orbital 3*. Orbital ini tidak dapat tumpang tindih dengan LUMO dari dienofil, sehingga tidak menyebabkan terjadinya reaksi. 3* yang awalnya tidak berisi elektron menjadi berisi elektron, sehingga tidak dapat bertumpang tindih dengan orbital dienofil
HapusItu saya peroleh dari beberapa sumber stef
1. Jika diena dalam bentuk s-trans maka reaksi masih dapat terjadi dengan bantuan pemanasan. Hal ini karena pada ikatan C-C akan terjadinya rotasi sehingga konformasi s-trans dapat diubah menjadi s-cis.
BalasHapusTerima kasih,
BalasHapusBaiklah saya akan membantu menjawab pertanyan nomor 2, yaitu Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena.
Terima kasih sebelumnya reni, bisakah reni jelaskan dengan berupa contoh strukturnya ?
Hapus1. Jika diena dalam bentuk s-trans maka reaksi masih dapat terjadi dengan bantuan pemanasan. Hal ini karena pada ikatan C-C akan terjadinya rotasi sehingga konformasi s-trans dapat diubah menjadi s-cis.
BalasHapus2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
Halo tipen, jawaban untuk pertanyaan no 3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
BalasHapusYuuuhu
BalasHapus3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
1. Jika diena dalam bentuk s-trans maka reaksi masih dapat terjadi dengan bantuan pemanasan. Hal ini karena pada ikatan C-C akan terjadinya rotasi sehingga konformasi s-trans dapat diubah menjadi s-cis.
BalasHapus2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
1. Jika diena dalam bentuk s-trans maka reaksi masih dapat terjadi dengan bantuan pemanasan. Hal ini karena pada ikatan C-C akan terjadinya rotasi sehingga konformasi s-trans dapat diubah menjadi s-cis.
BalasHapus2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
1. Jika diena dalam bentuk s-trans maka reaksi masih dapat terjadi dengan bantuan pemanasan. Hal ini karena pada ikatan C-C akan terjadinya rotasi sehingga konformasi s-trans dapat diubah menjadi s-cis.
BalasHapus2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
3. Karena HOMO-nya akan menjadi orbital п3* dan orbital molekul ini tidak dapat bertumpang-tindih dengan lumo dari dienofil.
2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
BalasHapusHaiii tipenss
BalasHapus2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
2. Sangat memungkinkan karena sikloadisi dibagi menjadi beberapa tipe antara lain sikloadisi [2+2], [4+2], [4+4], [6+2], [6+2], [6+4] sebagai contoh sikloadisi [6+4] yaitu Senyawa 2,4,6-oktatriena yang direaksikan dengan 1,3-butadiena
BalasHapus