Langsung ke konten utama

KEASAMAN DAN KEBASAAN SENYAWA ORGANIK


Konsep Asam-Basa Bronsted-Lowry
Suatu asam adalah molekul yang dapat memberikan proton dan basa adalah molekul yang dapat menerima proton

Konsep Asam-Basa Arhenius
Suatu asam adalah senyawa yang dilarutkan dalam air akan menghasilkan H+ dan basa adalah senyawa yang dilarutkan dalam air menghasilkan OH-

Konsep Asam-Basa Lewis
Suatu asam adalah partikel (ion atau molekul) yang dapat bertindak sebagai penerima (akseptor) pasangan elektron dan basa adalah partikel (ion atau molekul) yang dapat bertindak sebagai pemberi (donor) pasangan elektron.


Kekuatan keasaman oksigen
Gugus hidroksil adalah suatu gugus fungsi asam yang dipengaruhi dengan kuat oleh substituennya. Keasaman alkohol begitu lemah untuk dapat dinilai terurai didalam air, tetapi keberadaan gugus-gugus seperti C=O atau SO2 di sampingnya akan sangat melemahkan ikatan O-H terhadap heterolisis (lihat perubahan nilai pKɑ dalam tabel 2.5). Peristiwa ini biasa dinamakan dengan efek resonansi. Pergeseran pasangan elektron bebas oksigen yang diikuti dengan pergeseran elektron ikatan ke oksigen yang lain dalam struktur resonansi 1 menghasilkan struktur resonansi 2.
Munculnya muatan positif pada atom oksigen dalam struktur 2 akan melemahkan ikatan O-H, dan pelepasan H+ akan menghilangkan muatan tersebut.
 
Faktor lain yang biasanya juga sangat berpengaruh pada sifat keasaman adalah adanya efek medan. Salah satu  contoh di mana efek medan berpengaruh pada keasaman adalah perbedaan keasaman antara asam asetat (8) dengan asam nitroasetat (9).
 
Kedua struktur molekul di atas hanya berbeda pada substitusi NO2 terhadap H. Oleh karena gugus NO2 adalah gugus penarik elektron yang kuat maka gugus ini menarik kerapatan elektron dari gugus bermuatan negatif (COO-) dalam anion asam nitroasetat. Hal ini teramati pada nilai pKɑ asam nitroasetat yang kira-kira 1000 lebih kuat daripada asam asetat. Suatu efek yang dihasilkan dari penarikan elektron dari pusat muatan negatif adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga menurunkan kerapatannya. Dengan demikian, gugus –I meningkatkan keasaman asam tak bermuatan seperti asetat karena menyebarkan muatan negative anionnya. Gugus -I juga meningkatkan keasaman asam bermuatan. Sebagai contoh, jika asam bermuatan +1 (dan basa konjugasinya adalah basa tak bermuatan), gugus –I mendestabilkan pusat positif (dengan meningkatkan muatan positif) asam, dan destabilisasi akan hilang ketika proton terlepas. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa gugus yang menarik elektron melalui efek medan akan meningkatkan keasaman dan menurunkan kebasaan, sedangkan gugus pendorong elektron akan bertindak ke arah sebaliknya (lihat data pKɑ pada Tabel 2.2 dan Tabel 2.3).

        
Kekuatan kebasaan pada nitrogen
Amina dan ion amonium berfungsi sebagai pasangan asam-basa di dalam kebanyakan reaksi:
Amina alifatik mempunyai pKɑ 9 10 yang tidak sensitif terhadap struktur. Urutan kebasaan yang dapat diharapkan sebagai efek pendorongan elektron gugus alkil adalah:
Efek resonansi juga menjadi penting di dalam amina aromatik. Senyawa nitroanilin adalah basa yang lebih lemah dari pada anilin. Fakta ini dapat dijelaskan dengan menggunakan efek –I gugus nitro. Akan tetapi, p-nitroanilin adalah basa yang jauh lebih lemah lagi daripada anilin; padahal dari segi efek –I, seharusnya lebih kecil dampaknya karena jarak gugus –I lebih jauh dari pusat basa. Akan tetapi, dengan adanya kontribusi struktur resonansi 14 maka fakta tersebut menjadi lebih rasional.


Pertanyaan:
1.    Jelaskan kenapa asam nitroasetat lebih asam dibandingkan asam asetat ?
2.    Bagaimana pengaruh efek induksi terhadap suatu keasaman dan kebasaan ?

Komentar

  1. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  2. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  3. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  4. Terima kasih kak atas pemaparannya,Saya akan mencoba menjawab
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  5. Terimakasih kak ilmu nya sanagt bermanfaat saya akan coba menjawab
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  6. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  7. Hai tipen, makasih atas materinya.
    Menurut saya :
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  8. Hallo sayang anggi:)
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  9. Terima kasih kak, atas ilmu yang di berikan.
    Menurut saya jawabannya :
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  10. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  11. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  12. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  13. Terimakasih kak atas materinya
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  14. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  15. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan

    BalasHapus
  16. Terimakasih kak atas materinya
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  17. Terima kasih kak, atas ilmu yang di berikan.
    Menurut saya jawabannya :
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  18. Terimakasih kak pemaparan materinyaa...

    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  19. Terima kasih kakak, atas ilmu yang di berikan.saya akan mencoba menjawab pertanyaannya :
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  20. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  21. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  22. Terima kasih kak buat materinya..mau coba jawab yaa
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  23. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  24. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  25. Terima kasih atas materiny
    Menurut saya:
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  26. Terima kasih atas materinya kak.
    Jawabannya:
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  27. Terima kasih atas materinya kak.
    Jawabannya:
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  28. terimakasih kak materinya
    jawabannya
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  29. 2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  30. Makasih cantikku
    Mau coba jawab no 1 Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun

    BalasHapus
  31. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  32. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.

    BalasHapus
  33. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  34. Terima kasih kakak, atas ilmu yang di berikan.saya akan mencoba menjawab pertanyaannya :
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  35. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  36. Hai tipen. Jawaban no 2:
    Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    Semoga membantu ya

    BalasHapus
  37. Terimakasih penjelasannya
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  38. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  39. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  40. Makasih Tiaa
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  41. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  42. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron.
    Terimakasih kak tifen cantiks, mantapp kali informasinya 😍

    BalasHapus
  43. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  44. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  45. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  46. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  47. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus
  48. Haii Tipen
    1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.

    BalasHapus
  49. 1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
    2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron

    BalasHapus

Posting Komentar