Konsep Asam-Basa Bronsted-Lowry
Suatu asam adalah
molekul yang dapat memberikan proton dan basa adalah molekul yang dapat
menerima proton
Konsep
Asam-Basa Arhenius
Suatu asam adalah
senyawa yang dilarutkan dalam air akan menghasilkan H+ dan basa
adalah senyawa yang dilarutkan dalam air menghasilkan OH-
Konsep Asam-Basa Lewis
Suatu asam adalah
partikel (ion atau molekul) yang dapat bertindak sebagai penerima (akseptor)
pasangan elektron dan basa adalah partikel (ion atau molekul) yang dapat
bertindak sebagai pemberi (donor) pasangan elektron.
Kekuatan
keasaman oksigen
Gugus hidroksil
adalah suatu gugus fungsi asam yang dipengaruhi dengan kuat oleh substituennya.
Keasaman alkohol begitu lemah untuk dapat dinilai terurai didalam air, tetapi
keberadaan gugus-gugus seperti C=O atau SO2 di sampingnya akan sangat
melemahkan ikatan O-H terhadap heterolisis (lihat perubahan nilai pKɑ
dalam tabel 2.5). Peristiwa ini biasa dinamakan dengan efek resonansi.
Pergeseran pasangan elektron bebas oksigen yang diikuti dengan pergeseran
elektron ikatan ke oksigen yang lain dalam struktur resonansi 1 menghasilkan
struktur resonansi 2.
Munculnya muatan
positif pada atom oksigen dalam struktur 2 akan melemahkan ikatan O-H, dan
pelepasan H+ akan menghilangkan muatan tersebut.
Faktor lain yang
biasanya juga sangat berpengaruh pada sifat keasaman adalah adanya efek medan.
Salah satu contoh di mana efek medan
berpengaruh pada keasaman adalah perbedaan keasaman antara asam asetat (8)
dengan asam nitroasetat (9).
Kedua struktur
molekul di atas hanya berbeda pada substitusi NO2 terhadap H. Oleh
karena gugus NO2 adalah gugus penarik elektron yang kuat maka gugus
ini menarik kerapatan elektron dari gugus bermuatan negatif (COO-)
dalam anion asam nitroasetat. Hal ini teramati pada nilai pKɑ
asam nitroasetat yang kira-kira 1000 lebih kuat daripada asam asetat. Suatu
efek yang dihasilkan dari penarikan elektron dari pusat muatan negatif adalah
suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga menurunkan
kerapatannya. Dengan demikian, gugus –I meningkatkan keasaman asam tak
bermuatan seperti asetat karena menyebarkan muatan negative anionnya. Gugus -I
juga meningkatkan keasaman asam bermuatan. Sebagai contoh, jika asam bermuatan
+1 (dan basa konjugasinya adalah basa tak bermuatan), gugus –I mendestabilkan
pusat positif (dengan meningkatkan muatan positif) asam, dan destabilisasi akan
hilang ketika proton terlepas. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa gugus yang
menarik elektron melalui efek medan akan meningkatkan keasaman dan menurunkan
kebasaan, sedangkan gugus pendorong elektron akan bertindak ke arah sebaliknya
(lihat data pKɑ pada Tabel 2.2 dan Tabel 2.3).
Kekuatan
kebasaan pada nitrogen
Amina dan ion amonium
berfungsi sebagai pasangan asam-basa di dalam kebanyakan reaksi:
Amina alifatik
mempunyai pKɑ 9 – 10 yang tidak sensitif terhadap
struktur. Urutan kebasaan yang dapat diharapkan sebagai efek pendorongan
elektron gugus alkil adalah:
Efek resonansi juga
menjadi penting di dalam amina aromatik. Senyawa nitroanilin adalah basa yang
lebih lemah dari pada anilin. Fakta ini dapat dijelaskan dengan menggunakan
efek –I gugus nitro. Akan tetapi, p-nitroanilin adalah basa yang jauh lebih
lemah lagi daripada anilin; padahal dari segi efek –I, seharusnya lebih kecil
dampaknya karena jarak gugus –I lebih jauh dari pusat basa. Akan tetapi, dengan
adanya kontribusi struktur resonansi 14 maka fakta tersebut menjadi lebih
rasional.
Pertanyaan:
1.
Jelaskan kenapa asam nitroasetat lebih
asam dibandingkan asam asetat ?
2.
Bagaimana pengaruh efek induksi
terhadap suatu keasaman dan kebasaan ?
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terima kasih kak atas pemaparannya,Saya akan mencoba menjawab
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terimakasih kak ilmu nya sanagt bermanfaat saya akan coba menjawab
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Hai tipen, makasih atas materinya.
BalasHapusMenurut saya :
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Hallo sayang anggi:)
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terima kasih kak, atas ilmu yang di berikan.
BalasHapusMenurut saya jawabannya :
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terimakasih kak atas materinya
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan
BalasHapusTerimakasih kak atas materinya
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terima kasih kak, atas ilmu yang di berikan.
BalasHapusMenurut saya jawabannya :
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terimakasih kak pemaparan materinyaa...
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terima kasih kakak, atas ilmu yang di berikan.saya akan mencoba menjawab pertanyaannya :
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terima kasih kak buat materinya..mau coba jawab yaa
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terima kasih atas materiny
BalasHapusMenurut saya:
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terima kasih atas materinya kak.
BalasHapusJawabannya:
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terima kasih atas materinya kak.
BalasHapusJawabannya:
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
terimakasih kak materinya
BalasHapusjawabannya
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
BalasHapusMakasih cantikku
BalasHapusMau coba jawab no 1 Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Terima kasih kakak, atas ilmu yang di berikan.saya akan mencoba menjawab pertanyaannya :
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Hai tipen. Jawaban no 2:
BalasHapusAsam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
Semoga membantu ya
Terimakasih penjelasannya
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Makasih Tiaa
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron.
Terimakasih kak tifen cantiks, mantapp kali informasinya 😍
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron
Haii Tipen
BalasHapus1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
1. Asam asetat dan asam nitroasetat memiliki struktur molekulnya yang berbeda pada substitusi NO2 pada asam nitroasetat dan H pada asam asetat. NO2 dapat menarik elektron dari COO- sehingga derajat keasaman nitroasetat lebih besar. akibat dari penarikan elektron dari muatan negatif ini adalah suatu efek penstabilan karena menyebarkan muatan sehingga kerapatannya menurun.
BalasHapus2. Efek induksi didalam keasaman dan kebasaan suatu senyawa dapat bertindak sebagai pendirong electron (+I) dan (-I). Pada saat suatu senyawa bertindak sebahai pendorong maka kebasaannya akan naik dan pada saat suatu senyawa bertindak sebagai penarik electron maka kebasaan akan menurun. Selain itu, kebasaan akan meningkat dengan semakin banyaknya jumlah metil yyang berperan sebagai pendorong elektron